Exploring the Ocean of Science

Archive for November, 2010

2D Barcode – QR Code

Perkembangan barcode telah menjadi sangat popular karena kecepatan pembacaan, akurasi dan karakteristik mereka yang unggul.Barcode menjadi populer dan kenyamanannya diakui secara universal, kode – kode tersebut mampu menyimpan informasi lebih lanjut, jenis karakter lain, yang dapat dicetak dalam ruang yang lebih kecil.
Akibatnya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah informasi yang disimpan dalam barcode, seperti meningkatnya jumlah digit kode bar atau beberapa kode layout bar. Namun, perbaikan ini juga menyebabkan masalah seperti semakin besarnya area barcode, kerumitan dalam pembacaan, dan meningkatnya biaya pencetakan.

Oleh karena itu, kode 2D muncul dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah tersebut.

Beberapa layout barcode

Kode 2D dengan kode bar ditumpuk (ditumpuk tipe barcode)

2D Code (tipe matriks)

Kode 2D juga mengalami kemajuan dari bar code dengan metode ditumpuk menjadi metode matriks yang memiliki kapasitas penyimpanan informasi yang lebih padat dan meningkat dibandingkan keduanya.
QR Code adalah jenis pengkodean 2-D (dua dimensi) atau matriks barcode, yang dikembangkan oleh Denso Wave (sebuah divisi dari Denso Corporation pada saat itu) dan dirillis pada tahun 1994 dengan tujuan utama menjadi simbol yang mudah diinterpretasikan dengan alat scanner (seperti : oleh QR scanner, ponsel dengan kamera, dan smartphone).  Kode ini terdiri dari modul hitam diatur dalam pola persegi latar belakang putih. Informasi yang dikodekan dapat berupa teks, URL atau data lainnya.

QR Code (2D Code) berisi informasi baik dalam arah vertikal dan horisontal, sedangkan kode bar berisi data dalam satu arah saja. QR Code memiliki volume yang lebih besar jauh dari informasi dari barcode.

Selain QR Code, beberapa jenis lain dari 2D Code telah dikembangkan. Di bawah ini adalah tabel Kode 2D khas dan fitur mereka.

QR Code

PDF417

DataMatrix

Maxi Code

 

Developer(country)

DENSO(Japan)

Symbol Technologies (USA)

RVSI Acuity CiMatrix (USA)

UPS (USA)

Type

Matrix

Stacked Bar Code

Matrix

Matrix

Data capacity

Numeric

7,089

2,710

3,116

138

Alphanumeric

4,296

1,850

2,355

93

Binary

2,953

1,018

1,556

qr code

Kanji

1,817

554

778

 

Main features

Large capacity, small printout size
High speed scan

Large capacity

Small printout size

High speed scan

Main usages

All categories

OA

FA

Logistics

Standardization

AIM International
JIS
ISO

AIM International
ISO

AIM International
ISO

AIM International
ISO

 

Fitur QR Code
QR Code menyediakan fitur berikut dibandingkan dengan kode bar konvensional.
Sementara kode bar konvensional mampu menyimpan maksimum sekitar 20 digit, QR Code yang mampu menangani beberapa lusin beberapa ratus kali informasi lebih lanjut.
QR Code yang mampu menangani semua jenis data, seperti karakter abjad dan angka, Kanji, Kana, Hiragana, simbol, biner, dan kode kontrol. Sampai dengan 7089 karakter dapat dikodekan dalam satu simbol.

QR Code Data capacity

Numeric only

Max. 7,089 characters

Alphanumeric

Max. 4,296 characters

Binary (8 bits)

Max. 2,953 bytes

Kanji, full-width Kana

Max. 1,817 characters

 Kode simbol QR ukuran ini dapat mengkodekan 300 karakter alfanumerik.

Ukuran Printout Lebih Kecil

Sejak QR Code membawa informasi secara horisontal dan vertikal, QR Code mampu pengkodean jumlah data yang sama kira-kira sepersepuluh ruang bar code tradisional.

Kemampuan Pembacaan Kanji dan Kana

Sebagai simbologi dikembangkan di Jepang, QR Code yang mampu melakukan encoding JIS Tingkat 1 dan Tingkat 2 dengan set karakter kanji. Dalam kasus Jepang, satu full-lebar Kana atau karakter Kanji dikodekan dalam 13 bit, yang memungkinkan QR Code untuk 20% data dari lebih dari simbol 2D lainnya.

QR Code mampu efisien encoding Kanji dan Kana.

Tahan terhadap Kotoran dan Kerusakan

QR Code memiliki kemampuan koreksi kesalahan. Data dapat dipulihkan bahkan jika simbol sebagian kotor  atau rusak.
Maksimum 30% dari codeword*1 dapat dikembalikan*2.
*1: Codeword adalah unit yang membangun area data. Dalam kasus QR Code, satu codeword sama dengan 8 bit.
*2: Data restorasi mungkin tidak sepenuhnya dapat dilakukan tergantung pada jumlah kotoran atau kerusakan.

Dapat Dibaca dari arah 360 °

QR Code mampu dibaca dari arah 360 derajat (omni-directional), dengan pembacaan berkecepatan tinggi.
QR Code menyelesaikan tugas ini melalui pola deteksi posisi yang terletak di tiga sudut simbol.
Posisi deteksi pola ini menjamin kecepatan tinggi membaca stabil, menghindari dampak negatif dari gangguan latar belakang.

Tambahan Fitur yang Terstruktur

QR Code dapat dibagi menjadi beberapa daerah data. Sebaliknya, informasi yang disimpan dalam beberapa simbol QR Code bisa direkonstruksi sebagai simbol data tunggal. Satu simbol data dapat dibagi menjadi sampai dengan 16 simbol, yang memungkinkan pencetakan di daerah sempit.

Data yang sama dapat dibaca baik dari simbol atas atau empat symbol bawah.

 

Perangkat untuk Konfigurasi Sistem QR Code
Sebuah sistem QR Code digunakan dalam kombinasi dengan printer QR Code (atau software pembuat QR Code ) dan scanner QR Code.  

QR Code dihasilkan dengan perangkat lunak QR Code dan printer khusus.
Namun, alat ini tidak dapat secara otomatis membuat QR Code dapat dibaca dengan benar.
Untuk menghasilkan kode QR yang dapat dibaca dengan benar untuk pembaca, ukuran (luas) dari QR Code adalah penting.

Scanner QR Code yang dirancang untuk berbagai aplikasi.
Telepon selular yang baru – baru ini dijual juga mampu membaca QR Code.

Ukuran QR Code ditentukan dengan menentukan versi simbol, berdasarkan kapasitas data, jenis karakter dan koreksi tingkat kesalahan, dan dengan menetapkan ukuran modul, berdasarkan kinerja printer untuk pencetakan atau scanner untuk membaca

Sumber : http://www.denso-wave.com/

Daftar Pustaka,Catatan Kaki dan Kutipan

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)
Daftar pustaka memuat sumber informasi bacaan baik itu berupa buku, majalah, surat kabar maupun jurnal-jurnal ilmiah lainnya dari bahan referensi yang kita gunakan untuk memperkuat
pendapat kita, dalam menulis suatu karangan ilmiah. Daftar pustaka direpresentasikan dalam bentuk notasi ilmiah.
Contoh :
1. Darmawan, Darmadi dan Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta : Gramedia.

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal.
Pertama, untuk mengidentifikasian orang yang membuat pernyataan tersebut,
kedua, untuk mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat/disampaikan,
ketiga, untuk mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dimana itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.
Catatan kaki dipergunakan sebagai :

  1. pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantumdi dalam teks atau sebagai petunjuk sumber
  2. tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks,penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
  3. referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagianmana/halaman berapa,hal yang sama dibahas di dalam tulisan
  4. tempat menyatakan pengharganan atas karya atau data yang diterima dari orang lain

contoh :
Margaret Mead, Sex and Temperament in three Primitice Societies (New York : The American Library, 1950),pp.


KUTIPAN

Rangkuman dan pengutipan digunakan untuk mendukung ide atau gagasan yang akan kita sampaikan. Pengutipan adalah penggunaan teori, konsep, ide, dan lain yang sejenis yang berasal dari sumber lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua pengutipan harus disertai perujukan.

  • Kutipan Langsung
    Kutipan langsung adalah kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik bahasa maupun ejaannya. Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai data.
    Contoh :
    Pendidikan akhlak merupakan satu hal yang amat diperlukan oleh setiap manusia. Zakiah (1999: 27)
  • Kutipan Tidak Langsung
    Kutipan tidak lansung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip. Sumber sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan
    Contoh :
    Agus Sujanto (1993: 48) mengatakan bahwa di dalam dunia pendidikan pembinaan akhlak dititikberatkan pada pembentukan mental anak agar tidak mengalami ‘juvenile deliquency’ karena pembinaan akhlak berarti juga anak dituntut agar belajar bertanggung jawab. Selanjutnya, pendidikan agama dalam keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian anak dan akan menjadi kenangan hidupnya (Zuhairini dkk., 1993: 32)

Dari sedikit penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Suatu fungsi sebuah daftar pustaka (bibliografi) hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk merujuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus merujuk dengan tepat tempat dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.
Dalam hal ini selain pengarang,judul buku dan sebagainya harus dicantumkan pula nomor halaman dimana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dari segi lain yaitu ia berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Sebuah bibliografi dapat pula dilihat sebagai pelengkap, karena bila seorang pembaca ingin mengetahuilebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka (bibliografi). Dalam bibliografi dapat mengetahui keterangan – keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Berbeda dengan bibliografi dan catatan kaki, bahwasanya kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.Jadi,pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan. Kutipan juga berfungsi untuk memperkokoh argument dalam suatu tulisan itu sendiri.

Pada akhirnya, daftar pustaka (bibliografi), catatan kaki (footnote) maupun kutipan (quotation) sangatlah penting karena dapat meyakinkan pembaca bahwa suatu karya ilmiah dibuat berdasarkan penelitian yang menggunakan referensi dan bukan berdasarkan pendapat pribadi seorang. Ketiga hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan appresiasi atau penghargaan terhadap karya ilmiah seseorang yang kita gunakan untuk menjadi acuan saat penulisan karya ilmiah.

sumber :
Wahyu R.N, Tri, Bahasa Indonesia (Depok : Universitas Gunadarma,2006)
http://ocw.gunadarma.ac.id/