Exploring the Ocean of Science

Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category

Opini makalah dengan judul “ SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B”

Tugas ini digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia. Makalah dapat di download disini…
Opini makalah di pandang dari topik, judul, uraian pendahuluan, tinjauan pustaka, isi dan kesimpulan, serta daftar pustaka.

Topik

Pada makalah ini tidak disebutkan topic dari masalah yang dibahas dalam penelitian.

Judul

Secara umum  judul ditulis paling atas, di tengah halaman, dicetak tebal, miring atau dengan menggunakan huruf capital. Judul dari makalah diatas adalah SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B karena ditulis di bagian paling atas halaman, terletak ditengah halaman dan penulisannya tebal menggunakan huruf kapital. Penulisan judul ini sudah sangat baik karena dengan membaca judul, pembaca langsung dapat mengetahui pokok penelitian yang akan dilakukan pada penelitian dalam makalah tersebut. Namun, alangkah lebih baik apabila pada halaman judul dicantumkan pula penulis serta alamat penulis.

Abstract

Terdapat bagian abstrak yang berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar  dari penulisan makalah. Pada makalah tersebut, abstrak disajikan dengan ringkas menggunakan bahasa inggris dan terdapat pula beberapa kata kunci (keyword) dari abstrak tersebut.

Pendahuluan

Bagian pendahuluan memuat beberapa sub bahasan :

  • Latar Belakang, Rumusan Masalah dan Tujuan penelitianAlinea 1 hingga 7 memuat latar belakang penulisan, rumusan masalah dijabarkan pada alinea 8 dan tujuan penelitian dimuat pada paragraph ke 9. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dalam penerapan tagger bill masih terdapat kekeliruan berupa tagger tidak dapat mengenal pemenggalan kata yang betul. Pada bagian pendahuluan tidak disebutkan mengapa mengambil contoh kasus pada kata dengan awalan huruf B
  • Batasan Masalah dan Metode Penelitian Pada makalah ini tidak diberikan batasan masalah lebih jelas dari penelitian serta tidak disebutkan metode penelitian apa yang digunakan dalam penulisan ini.

    Secara keseluruhan, bahasa yang digunakan dalam leporan tersebut adalah bahasa baku, beberapa kata merupakan bahasa asing seperti Natural Language Processing, Information Retrieval dan lain-lain. Saya berpendapat, penggunaan istilah dalam bahasa asing tersebut tepat karena kadang kala istilah-istilah asing menjadi terdengar aneh saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan berpengaruh pada pemahaman pembaca.

Isi

Bagian pembahasan pada makalah ini disajikan secara  terperinci dan dimuat pada nomor 2, 3 dan 4. Bagian isi secara berkesinambungan menjabarkan apa yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan. Penulis mencoba menjabarkan pemecahan permasalahannya, yaitu tentang pengenalan kata pada computer yaitu dengan menggunakan metode pemenggalan suku kata (dicontohkan kata berawalan huruf b), mengemukakan kaidah – kaidah yang digunakan untuk melakukan pemenggalan kata serta menjelaskan metode dan hasil penelitian.Meskipun tidak dijelaskan di awal mengenai bagaimana metode penelitian yang digunakan, namun pada bagian pembahasan diuraikan bagaimana penelitian dilakukan.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan ini cenderung bersifat semi ilmiah, dimana masih terdapat penggunaan kata yang kurang tepat seperti “Di sini kita menggunakan kata yang berawal dengan huruf b”.

Kesimpulan

Bagian kesimpulan pada makalah tersebut menyebutkan hasil akhir dari penelitian dan  dari penelitian yang dilakukan pada kata yang berawalan huruf B saja dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui kaidah yang serupa dengan kaidah ini, kata yang berawal dengan huruf bukan b dapat dipenggal melalui peletakan tanda suku. Kesimpulan tersebut juga menjawab akar dari permasalahan yag telah dikemukakan di awal.

Daftar pustaka

Pada Daftar Pustaka telah memenuhi standart penulisan daftar pustaka, seperti penulisan nama pengarang (baik dari sumber yang memiliki tiga pengarang, dua pengarang, 1 pengarang maupun tanpa pengarang).

Contoh penulisan daftar pustaka pada laporan adalah sebagai berikut :

B. Nazief and M. Adriani. Confix Stripping: Approach to Stemming Algorithm for Bahasa Indonesia. Technical report, Faculty of Computer Science, University of Indonesia, Depok, 1996.

Ini sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka :

Nama pengarang, Judul karangan (digaris bawah/dipertebal/miring), Edisi, Nama penerbit, Kota terbit, Tahun terbit.

Sedangkan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah daftar pustaka adaah sebagai berikut :

  • nama pengarang
  • tahun terbit
  • judul buku
  • tempat terbit
  • nama penerbit

Kekurangannya adalah daftar pustaka tidak diurutkan berdasarkan nama belakang pengarang dan tidak dipisahkan antar jenis referensi. Daftar pustaka juga tidak perlu diberi nomor urut.

by : dee4ca

Advertisements

Paragraf Deduktif dan Induktif

  1. Dalam urutan sebab-akibat, penulis memulai proses kreatif menulis  dengan  membicarakan permasalahan yang menyebabkan terjadinya masalah yang lain. Jelaskan pernyataan tersebut!

    Jawab     :

    Hubungan tersebut dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Menurut prinsip umum hubungan sebab akihat, semua peristiwa harus ada penyebabnya. Dalam hal ini orang kerap kali sampai pada kesimpulan yang salah karena proses penarikan kesimpulan tidak sah. Contohnya, orang menghubungkan suatu wabah dengan kutukan dewa atau tempat tertentu yang dianggap keramat.Penalaran dari sebab ke akibat dimulai dengan pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan pengamatan itu ditarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.Contoh :

  2. Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.Contoh tersebut memberikan gambaran bahwa pada suatu desa mempunyai permasalahan, antara lain :
    1. Kemarau
    2. Pohon – pohon penyerap air banyak di tebang
    3. Irigasi tidak lancar
    4. Harga pupuk yang semakin mahal
    5. Pengetahuan petani yang kurang dalam menggarap lahan pertanian

    Permasalahan (sebab) tersebut  menghasilkan kesimpulan yaitu panen di desa yang selalu gagal. Kesimpulan tersebut juga dapat menimbulkan permasalahan baru (akibat), seperti : bagaimana cara mengatasi panen yang selalu gagal tersebut. Oleh karena itu, urutan sebab akibat dapat dijadikan dasar dari suatu proses kreatif

  3. Deskripsi merupakan sebuah karangan yang mengajak pembacanya untuk dapat mendengar, melihat dan merasakan secara langsung. Jelaskan pengertian deskripsi dan uraiakan pernyataan di atas disertai contoh yang jelas!
    Jawab     :
    Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Karangan deskripsi berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan yang digambarkan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera sehingga membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.Contoh :
    Singa itu datang dengan perlahan-lahan, berjalan mengendap-endap diantara rerumputan menunggu saat yang tepat, sambil tetap fokus mengintai rusa yang sedang asik memakan rumput
  4. Selesaikan soal silogisme di bawah ini :
    1. Premis My  : Semua negara di Asia Tenggara yang sedang berkembang tergabung   dalam ASEANPremis Mn  : Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang di Asia
      Jawab :
      My : Semua negara di Asia Tenggara yang sedang berkembang tergabung dalam ASEAN
      A                                                                          B 

      Mn : Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang di Asia
      C                                          D

      My : Semua A=B

      Mn :           C=D

      S   : Tidak terdapat kesimpulan dari kedua premis diatas

    2. My : Beberapa nelayan memiliki perahu bermotor
      Mn : Beberapa tengkulak memiliki perahu bermotor 

      Jawab :
      My : Beberapa nelayan memiliki perahu motor
      A                                      B

      Mn : Beberapa tengkulak memiliki perahu motor
      C                                     B

      My : Beberapa A=B

      Mn : Beberapa C=D

      S   : Kedua premis diatas bersifat partikular dan tidak dapat ditarik kesimpulan yang sahih.

  5. Jelaskan pernyataan kalimat di berikut dalam konsep berpikir induktif!
    1. Karena kakak mengidap penyakit maag, maka kakak tidak boleh makan makanan yang asam.
    2. Karena mengidap penyakit lever, ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak.
    3. Jawab     :

      Konsep berfikir induktif adalah konsep berfikir yang bertolak dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum.

      Karena kakak mengidap penyakit maag, maka kakak tidak boleh makan makanan yang asam.

      Penyakit maag : hal yang khusus makanan yang asam : hal yang umum

      Pernyataan ”penyakit maag ” yang merupakan hal  khusus , lalu dilanjutkan dengan pernyataan kesimpulan  yang umum yaitu” makanan yang asam” .

      Karena mengidap penyakit lever,    ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak.

      Penyakit lever : hal yang khusus hidangan berlemak : hal yang umum

      Pernyataan ”penyakit lever” yang merupakan hal  khusus , lalu dilanjutkan dengan pernyataan kesimpulan  yang umum yaitu” hidangan yang berlemak” .

  6. Identifikasi kesalahan pada pernyataan di bawah ini dalam konsep berpikir deduktif!
    1. Semua pelaku kejahatan adalah korban rumah tangga yang berantakan. Kalau hakim masuk desa, di desa tidak ada lagi ketidakadilan.

      Jawab :

      Bentuk Silogisme dari kalimat tersebut :My      : Penyebab kejahatan ialah rumah tangga berantakanMn      : Hakim memberantas ketidakadilan

      Kesalahan kalimat dalam konsep berpikir deduktif terletak pada premis mayor yang tidak dibatasi. Pada kalimat menjelaskan bahwa setiap kejahatan hanya disebabkan dari korban rumah tangga yang berantakan. Hal ini sulit diterima oleh logika, karena ada kejahatan yang dilakukan atas dasar ekonomi, dendam atau lainnya.

    2. Saya tidak pandai berenang. Hampir semua anggota keluarga saya tidak dapat berenang.

      Jawab :

      Kesalahan dalam kalimat tersebut disebabkan oleh hubungan sebab akibat yang tidak memadai. Kesalahan ini mungkin tcrjadi karena suatu akihat dihuhungkan dcngan penyebab berdasarkan kepercayaan atau takhayul. Pada kalimat diatas, hampir semua anggota keluarga yang tidak dapat berenang tidak dapat menjadi alasan untuk tidak pandai berenang.

Sumber : Internet

Penalaran

Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.

  1. Bahasa adalah sarana penalaran
  2. sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
  3. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
  4. Semoga saja penelitian ini berhasil!

Kalimat (1) dan (2) merupakan proposisi karena keduanya merupakan kalimat pernyataan/berita yang dapat dinilai kebenarannya.

Kalimat (1) merupakan bentuk proposisi Affirmasi Universal (A) yang berarti mengiyakan proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek bahasa), karena semua kelas bahasa merupakan saranan penalaran baik bahasa verbal ataupun bahasa non verbal.

Kalimat (2) merupakan bentuk proposisi Negatif Universal (E) yang berarti menyangkal proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.

Sedangkan kalimat (3) dan (4) bukan merupakan proposisi sebab kalimat tanya, perintah dan kalimat harapan tidak dapat dinilai benar/salah.

Bahasa logika proposisional terlalu kasar dan primitif untuk mengekspressikan konsep objek (seperti : manusia atau bilangan), properti objek (seperti : jujur, ganjil atau prima), dan relasi antar objek.

Logika Predikat merupakan kembangan (perluasan) logika proposisi sehingga konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspressikan dalam bahasa logika.

Dalam bahasa logika predikat kalimat 2 dan 3 merupakan perwujudan (instance) kalimat abstrak

F :

( x)[p(x) and q(x) ]
or
(
x)[if p(x) then not q(x) ]  

Prefik "" disebut kuantifier universal dan "" disebut kuantifier exitensial.

Dengan motivasi agar konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspresikan dalam suatu bahasa logika dibuatlah aturan-aturan tata bahasa logika yang disebut logika predikat.

Bahasa logika predikat menggunakan simbol-simbol yang merupakan unsur pembentuk kalimat logika predikat. Simbol-simbol itu adalah :

  • Simbol Kebenaran
    true dan false
  • Simbol Konstan
    a,b,c
  • Simbol Variabel
    x,y,z
  • Simbol Fungsi
    f,g,h
    Tiap simbol fungsi berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol fungsi.
  • Simbol Predikat
    p,q,r
    Tiap simbol predikat berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol predikat.

Contoh bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia:

  1. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
  2. Socrates adalah manusia
  3. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
  4. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima

Kalimat abstrak yang dapat dibentuk dengan bahasa tersebut, antara lain:

  1. (∀ x) (if p(x) then (not q(x)))
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
    q merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi abadi.
  2. p(a)
    a adalah simbol konstan yang merepresentasikan socrates,  
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
  3. if (p(a) and (∀ x) (if p(x) then (not q(x))) ) then (not q(a))
  4.  if (∀ x) (if prime(x) then ganjil(x)) then (∃ x) (if genap(x) then prime(x))
    prime merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan prima,
    ganjil merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan ganjil.

Sumber: logmat.freeservers.com/logika_predikat_dasar.html

Fenomena Multimedia Dalam Kaitannya Dengan Suatu Pembelajaran Ilmiah

Di era globalisasi, istilah multimedia sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di tiap bagian kehidupan, multimedia hampir merambah ke segala bidang. Istilah multimedia sendiri, merujuk kepada penggunaan media elektronik untuk menyimpan atau menikmati konten multimedia, tetapi tidak terbatas hanya pada media elektronik itu sendiri. Multimedia dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti teks, audio, video, grafik, animasi, dan interaktivitas. Keheterogenan bentuk dari multimedia tersebut, memungkinkannya menyediakan berbagai macam fungsi. Salah satunya sebagai media pembelajaran. Suatu media pembelajaran yang interaktif tidak akan terjalin tanpa adanya komunikasi yang baik antara media dengan pengguna. Komunikasi yang baik dalam suatu media pembelajaran ilmiah, sangat didukung oleh penggunaan bahasa yang lugas,ilmiah dan mudah dimengerti. Bahasa menjadi salah satu unsur utama dari suatu media pembelajaran agar pesan dan manfaat dapat disampaikan secara tepat. Untuk itu peranan bahasa dan multimedia dalam suatu pembelajaran ilmiah sudah menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain.

Multimedia mengalami banyak perkembangan seiring dengan berkembangnya serta meningkatnya teknologi saat ini. Multimedia dapat ditemui secara online melalui situs – situs internet (website) yang menyediakan pembelajaran langsung melalui situs tersebut, bahkan tidak jarang website – website tersebut menyediakan perangkat lunak (software aplikasi) atau kursus online yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran tersebut ataupun menyediakannya dalam bentuk e-book, CDROM atau DVDROM. Buku elektronik / digital itu memberikan keunggulan – keunggulan yang tidak disediakan oleh buku – buku manual (tradisional).

Kebebasan dalam mengakses internet (kapanpun dan dimanapun), membuat internet menjadi suatu media tanpa batas dimana setiap orang dapat memperoleh dan mendapat informasi, khususnya yang berkaitan dengan suatu pembelajaran ilmiah. Kebebasan itu mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti plagiatisme, penggunaan bahasa yang tidak komunikatif dan informasi yang kurang terpercaya untuk ukuran suatu media pembelajaran ilmiah. Berbeda dengan buku – buku manual yang diterbitkan dengan melewati beberapa tahapan (seperti editing) sebelum dipublis, kebanyakan artikel / ebook diinternet tidak melalui tahapan tersebut. Bahkan tidak jarang, suatu istilah / pendapat ilmiah dicantumkan tanpa menyertakan asal dari kutipan / pernyataan tersebut. Hal tersebut yang sering menimbulkan informasi yang ada diinternet diragukan kebenarannya.

Pengembangan multimedia dilandasi oleh persepsi bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan baik, efektif, dan menyenangkan jika didukung oleh media pembelajaran yang dapat menarik minat, perhatian dan lebih komunikatif. Perkembangan, peningkatan serta kebebasan penggunaan teknologi multimedia diharapkan tidak membatasi kita dalam menggunakan suatu tatanan bahasa yang komunikatif guna mencapai sasaran tujuan dari diciptakannya suatu media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai konsep, model, prinsip, desain, dan evaluasi suatu multimedia pembelajaran khususnya dalam menentukan bahasa komunikasi yang digunakan, agar pesan yang tersirat dalam suatu media pembelajaran tersebut dapat disampaikan secara lugas, terpercaya dan menghasilkan informasi yang handal.

Daftar Pustaka,Catatan Kaki dan Kutipan

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)
Daftar pustaka memuat sumber informasi bacaan baik itu berupa buku, majalah, surat kabar maupun jurnal-jurnal ilmiah lainnya dari bahan referensi yang kita gunakan untuk memperkuat
pendapat kita, dalam menulis suatu karangan ilmiah. Daftar pustaka direpresentasikan dalam bentuk notasi ilmiah.
Contoh :
1. Darmawan, Darmadi dan Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta : Gramedia.

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal.
Pertama, untuk mengidentifikasian orang yang membuat pernyataan tersebut,
kedua, untuk mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat/disampaikan,
ketiga, untuk mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dimana itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.
Catatan kaki dipergunakan sebagai :

  1. pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantumdi dalam teks atau sebagai petunjuk sumber
  2. tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks,penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
  3. referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagianmana/halaman berapa,hal yang sama dibahas di dalam tulisan
  4. tempat menyatakan pengharganan atas karya atau data yang diterima dari orang lain

contoh :
Margaret Mead, Sex and Temperament in three Primitice Societies (New York : The American Library, 1950),pp.


KUTIPAN

Rangkuman dan pengutipan digunakan untuk mendukung ide atau gagasan yang akan kita sampaikan. Pengutipan adalah penggunaan teori, konsep, ide, dan lain yang sejenis yang berasal dari sumber lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua pengutipan harus disertai perujukan.

  • Kutipan Langsung
    Kutipan langsung adalah kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik bahasa maupun ejaannya. Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai data.
    Contoh :
    Pendidikan akhlak merupakan satu hal yang amat diperlukan oleh setiap manusia. Zakiah (1999: 27)
  • Kutipan Tidak Langsung
    Kutipan tidak lansung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip. Sumber sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan
    Contoh :
    Agus Sujanto (1993: 48) mengatakan bahwa di dalam dunia pendidikan pembinaan akhlak dititikberatkan pada pembentukan mental anak agar tidak mengalami ‘juvenile deliquency’ karena pembinaan akhlak berarti juga anak dituntut agar belajar bertanggung jawab. Selanjutnya, pendidikan agama dalam keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian anak dan akan menjadi kenangan hidupnya (Zuhairini dkk., 1993: 32)

Dari sedikit penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Suatu fungsi sebuah daftar pustaka (bibliografi) hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk merujuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus merujuk dengan tepat tempat dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.
Dalam hal ini selain pengarang,judul buku dan sebagainya harus dicantumkan pula nomor halaman dimana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dari segi lain yaitu ia berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Sebuah bibliografi dapat pula dilihat sebagai pelengkap, karena bila seorang pembaca ingin mengetahuilebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka (bibliografi). Dalam bibliografi dapat mengetahui keterangan – keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Berbeda dengan bibliografi dan catatan kaki, bahwasanya kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.Jadi,pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan. Kutipan juga berfungsi untuk memperkokoh argument dalam suatu tulisan itu sendiri.

Pada akhirnya, daftar pustaka (bibliografi), catatan kaki (footnote) maupun kutipan (quotation) sangatlah penting karena dapat meyakinkan pembaca bahwa suatu karya ilmiah dibuat berdasarkan penelitian yang menggunakan referensi dan bukan berdasarkan pendapat pribadi seorang. Ketiga hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan appresiasi atau penghargaan terhadap karya ilmiah seseorang yang kita gunakan untuk menjadi acuan saat penulisan karya ilmiah.

sumber :
Wahyu R.N, Tri, Bahasa Indonesia (Depok : Universitas Gunadarma,2006)
http://ocw.gunadarma.ac.id/