Exploring the Ocean of Science

Procedural Language / Structured Query Language (PL/SQL) adalah generasi keempat(4GL) dari bahasa pemrograman. PL/SQL menyediakan :

  • Tambahan penggunaan prosedur pada SQL
  • Kemudahan untuk digunakan secara lintas patform dan produk
  • Mendukung pemrograman berorientasi objek

Langkah-langkah memulai PL/SQL:

  1. Untuk melakukan pengkodean PL/SQL terlebih dahulu kita install software pendukung yaitu OracleXE
    Cara Installnya tinggal ikutin petunjuk saja, tapi inget password yang sudah diketik saat instalasi yahhh 😉
  2. Buka Command Line dengan Start – Run- ketik : cmd – OK atau Start – All Programs – Oracle Database 10g Express Edition (disesuaikan dengan versi oraclenya yah :D) – Run SQL Command Line
  3. Apabila menggunakan cmd dari windows, maka ketikkan : sqlplus kemudian akan diminta untuk memasukkan username. Secara default, username yang sudah terbentuk adalah system dan passwordnya sesuai dengan yang diinput saat installasi.
    Sedangkan apabila menggunakan SQL Command Line, maka ketikkan connect setelah itu baru ketikkan username dan passwordnya
  4. Terus Kalo Lupa Password System gimanaaa??? (hmmmm.. kan sudah dibilang jangan sampe lupa..hehehe) tenang saja untuk merubah password system oracle dari command line bisa dicoba cara ini:
    Ketikkan Perintah berikut :
    sqlplus /nolog

    conn sys as sysdba

    Masukkan passwordnya : system

    Atau bisa juga dengan cara :

    sqlplus “/ as sysdba

    Kemudian ketikkan :

    alter user system identified by <passwordBaru> (tanpa <> yah :D)

  5. Nah selamat mencoba PL/SQL syntax kalian yahh…jgn lupa ketik ed untuk editing via notepad yah… ;).

Semoga Bermanfaat ^_^

Penalaran

Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.

  1. Bahasa adalah sarana penalaran
  2. sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
  3. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
  4. Semoga saja penelitian ini berhasil!

Kalimat (1) dan (2) merupakan proposisi karena keduanya merupakan kalimat pernyataan/berita yang dapat dinilai kebenarannya.

Kalimat (1) merupakan bentuk proposisi Affirmasi Universal (A) yang berarti mengiyakan proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek bahasa), karena semua kelas bahasa merupakan saranan penalaran baik bahasa verbal ataupun bahasa non verbal.

Kalimat (2) merupakan bentuk proposisi Negatif Universal (E) yang berarti menyangkal proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.

Sedangkan kalimat (3) dan (4) bukan merupakan proposisi sebab kalimat tanya, perintah dan kalimat harapan tidak dapat dinilai benar/salah.

Bahasa logika proposisional terlalu kasar dan primitif untuk mengekspressikan konsep objek (seperti : manusia atau bilangan), properti objek (seperti : jujur, ganjil atau prima), dan relasi antar objek.

Logika Predikat merupakan kembangan (perluasan) logika proposisi sehingga konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspressikan dalam bahasa logika.

Dalam bahasa logika predikat kalimat 2 dan 3 merupakan perwujudan (instance) kalimat abstrak

F :

( x)[p(x) and q(x) ]
or
(
x)[if p(x) then not q(x) ]  

Prefik "" disebut kuantifier universal dan "" disebut kuantifier exitensial.

Dengan motivasi agar konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspresikan dalam suatu bahasa logika dibuatlah aturan-aturan tata bahasa logika yang disebut logika predikat.

Bahasa logika predikat menggunakan simbol-simbol yang merupakan unsur pembentuk kalimat logika predikat. Simbol-simbol itu adalah :

  • Simbol Kebenaran
    true dan false
  • Simbol Konstan
    a,b,c
  • Simbol Variabel
    x,y,z
  • Simbol Fungsi
    f,g,h
    Tiap simbol fungsi berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol fungsi.
  • Simbol Predikat
    p,q,r
    Tiap simbol predikat berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol predikat.

Contoh bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia:

  1. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
  2. Socrates adalah manusia
  3. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
  4. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima

Kalimat abstrak yang dapat dibentuk dengan bahasa tersebut, antara lain:

  1. (∀ x) (if p(x) then (not q(x)))
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
    q merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi abadi.
  2. p(a)
    a adalah simbol konstan yang merepresentasikan socrates,  
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
  3. if (p(a) and (∀ x) (if p(x) then (not q(x))) ) then (not q(a))
  4.  if (∀ x) (if prime(x) then ganjil(x)) then (∃ x) (if genap(x) then prime(x))
    prime merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan prima,
    ganjil merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan ganjil.

Sumber: logmat.freeservers.com/logika_predikat_dasar.html

Di era globalisasi, istilah multimedia sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di tiap bagian kehidupan, multimedia hampir merambah ke segala bidang. Istilah multimedia sendiri, merujuk kepada penggunaan media elektronik untuk menyimpan atau menikmati konten multimedia, tetapi tidak terbatas hanya pada media elektronik itu sendiri. Multimedia dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti teks, audio, video, grafik, animasi, dan interaktivitas. Keheterogenan bentuk dari multimedia tersebut, memungkinkannya menyediakan berbagai macam fungsi. Salah satunya sebagai media pembelajaran. Suatu media pembelajaran yang interaktif tidak akan terjalin tanpa adanya komunikasi yang baik antara media dengan pengguna. Komunikasi yang baik dalam suatu media pembelajaran ilmiah, sangat didukung oleh penggunaan bahasa yang lugas,ilmiah dan mudah dimengerti. Bahasa menjadi salah satu unsur utama dari suatu media pembelajaran agar pesan dan manfaat dapat disampaikan secara tepat. Untuk itu peranan bahasa dan multimedia dalam suatu pembelajaran ilmiah sudah menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain.

Multimedia mengalami banyak perkembangan seiring dengan berkembangnya serta meningkatnya teknologi saat ini. Multimedia dapat ditemui secara online melalui situs – situs internet (website) yang menyediakan pembelajaran langsung melalui situs tersebut, bahkan tidak jarang website – website tersebut menyediakan perangkat lunak (software aplikasi) atau kursus online yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran tersebut ataupun menyediakannya dalam bentuk e-book, CDROM atau DVDROM. Buku elektronik / digital itu memberikan keunggulan – keunggulan yang tidak disediakan oleh buku – buku manual (tradisional).

Kebebasan dalam mengakses internet (kapanpun dan dimanapun), membuat internet menjadi suatu media tanpa batas dimana setiap orang dapat memperoleh dan mendapat informasi, khususnya yang berkaitan dengan suatu pembelajaran ilmiah. Kebebasan itu mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti plagiatisme, penggunaan bahasa yang tidak komunikatif dan informasi yang kurang terpercaya untuk ukuran suatu media pembelajaran ilmiah. Berbeda dengan buku – buku manual yang diterbitkan dengan melewati beberapa tahapan (seperti editing) sebelum dipublis, kebanyakan artikel / ebook diinternet tidak melalui tahapan tersebut. Bahkan tidak jarang, suatu istilah / pendapat ilmiah dicantumkan tanpa menyertakan asal dari kutipan / pernyataan tersebut. Hal tersebut yang sering menimbulkan informasi yang ada diinternet diragukan kebenarannya.

Pengembangan multimedia dilandasi oleh persepsi bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan baik, efektif, dan menyenangkan jika didukung oleh media pembelajaran yang dapat menarik minat, perhatian dan lebih komunikatif. Perkembangan, peningkatan serta kebebasan penggunaan teknologi multimedia diharapkan tidak membatasi kita dalam menggunakan suatu tatanan bahasa yang komunikatif guna mencapai sasaran tujuan dari diciptakannya suatu media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai konsep, model, prinsip, desain, dan evaluasi suatu multimedia pembelajaran khususnya dalam menentukan bahasa komunikasi yang digunakan, agar pesan yang tersirat dalam suatu media pembelajaran tersebut dapat disampaikan secara lugas, terpercaya dan menghasilkan informasi yang handal.

What is Streaming Video

Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server) . Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung pada browser saat proses buffering mulai berjalan. File video atau audio di stream, akan berbentuk sebuah buffer di komputer client, dan data video – audio tersebut akan mulai di download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada mesin client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file videoaudio langsung dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer dan tetap melakukan proses download file, sehingga proses streaming tetap berlangsung ke computer client.

How Does it works.

  1. Server and Client

    Video streaming terbentuk hanya karena terdapat server (memiliki jaringan serta ruang penyimpanan yang besar) dan klien (PC pribadi) yang dapat berkomunikasi dalam bentuk bit. Video Streaming bukanlah tentang bagaimana Anda dapat membaca file video yang sebenarnya, namun lebih merupakan metode pengiriman media antara dua computer.

  2. Mentransfer Bit dan Bytes

    Server menyimpan file video yang berisi beberapa bit dan byte – byte kode. Kode – kode ini berisi petunjuk agar pada saat yg sama computer

  3. Membaca dan Menerima Film

    Setelah server melakukan koneksi dengan remote client (komputer pribadi), ia mulai  mentransfer instruksi untuk memutar video di computer dalam bentuk kode stream yang berukuran kecil. Kode-kode tersebut ditransfer dalam suatu paket melalui jaringan dan di load dalam memory computer. Komputer memproses kode-kode video da kemudian menampilkannya pada layar.

  4. Memerlukan Buffer

    Computer menyimpan dan mengolah kode-kode video dalam file buffer, sehingga tidak harus terus menerus harus tersambung ke server. Jika koneksi terputus untuk sementara, maka server akan mengetahui sampai sejuh mana file berhasil di buffer, untuk kemudian server amakn mengirimkan kode-kode selanjutnya untuk memutar video. Komputer mendownload dan menyimpan kode-kode video dalam buffer dengan baik secara terus menerus hingga video siap dimainkan di layar.

  5. Format dan Media Player

    Untuk membaca kode-kode file yang diterima dari server tersebut, diperlukan suatu cara.  Jika kita langsung membukanya pada computer, Anda tidak akan tahu bahwa file tersebut adalah file video. Jadi computer menggunakan suatu perangkat lunak yang disebut media player untuk menampilkan kode-kode tersebut pada layar.Ada banyak aplikasi player yang ada, dan sebelumnya kedua server dan PC client harus mempunyai persetujuan mengenai perungkat lunak yang dapat digunakan untuk menampilkan video

What is Video Conference

Video conference adalah konverensi video dimana data yang di-transmisikan dalam bentuk video atau audiovisual. Video-conference adalah telekomunikasi dengan menggunakan audio dan video sehingga terjadi pertemuan ditempat yang berbeda-beda. Video conference memungkinkan tiap individu bertemu melalui saluran telepon daripada harus bertemu secara langsung, bisa berupa antara dua lokasi yang berbeda(point-to-point) atau mengikutsertakan beberapa lokasi sekalgus di dalam satu ruangan conference(multi-point) .
Video conference berbeda dengan videophone yang memang didesain untuk melayani video antar dua orang secara individu. Teknologi utama yang digunakan dalam sistem video conference adalah kompresi digital dari suara dan video stream yang real time. Pada zaman sekarang videoconference dapat diakses melalui Camfrog, NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype.

How Does it Works

  1. Menerima data

    Teleconference memungkinkan data dari sumber lain untuk masuk ke sistem Anda melalui koneksi internet dan saluran telepon. Anda akan membutuhkan layar komputer, layar televisi, atau proyektor lain untuk menerima dan menampilkan informasi yang Anda terima. Data yang dikirim keluar dari sumber lain, akan dipecah menjadi bit kecil informasi melalui kompresi codec. Pada proses ini dilakukan pengambilan data dan meletakkannya ke dalam sekelompok kecil paket data yang dapat disalurkan ke layar Anda.
    Yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan perangkat untuk menerima bit kompresi informasi yang memadai agar sistem di tempat Anda dapat menangani bandwidth yang dibutuhkan dalam conference Anda. Misalnya, Anda akan memerlukan speaker untuk sistem pendengar  audio yang diterima bersamaan dengan data yang masuk.
    Menyiapkan sistem tidak begitu sulit, dan kebanyakan orang telah menggunakan komputer seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan informasi yang mereka perlukan untuk berbagi atau menyimpan hasil, selama conference memungkinkan untuk disimpan di sana juga. Sirkuit TV yang tertutup juga sering digunakan untuk kualitas gambar yang lebih baik ketika kelompok-kelompok besar orang terlibat.

  2. Mengirimkan data

    Untuk berbagi foto dan data dari sistem anda dengan orang lain dalam suatu konferensi diperlukan web cam atau segala jenis kamera video dan mikrofon untuk mengirimkan audio. Ini merupakan sarana dasar untuk melihat dan mendengar Anda, meskipun beberapa peralatan  yang diperlukan relative mahal, namun hal itu harus ditempuh jika bisnis Anda memang memerlukan beberapa fitur lebih maju dari teleconferencing video.
    Bisa juga digunakan webcam sederhana yang relatif murah, tetapi Anda mungkin memerlukan perekam video yang lebih mahal jika suatu saat Anda memerlukan fitur yang lebih lanjut atau ingin benar-benar berkualitas baik untuk kebutuhan conferencing Anda. Webcam Murah tidak memiliki bandwidth untuk mentransfer informasi pada kualitas yang tinggi yang mungkin Anda dapatkan dengan peralatan yang lebih mahal. Ini hanyalah masalah menganalisa kebutuhan anda dan membeli peralatan yang berkorelasi dengan kualitas yang Anda inginkan.
    Proses yang sebenarnya tentang bagaimana satu komputer mengirim informasi dan berbagi dengan yang lain namun menjadi cukup rumit ketika Anda melihat rincian lebih kecil dari informasi yang pecah menjadi 0s dan 1s dan ditransmisikan dalam kelompok-kelompok tertentu, tetapi Anda tidak perlu
    Pahami apa yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah sistem yang berfungsi dengan kualitas yang cukup tinggi agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan berkenalan dengan opsi-opsi fungsi yang disediakan oleh penyedia teleconferencing, akan menjadi modal yang cukup untuk Anda memulai video teleconference.

Sumber : http://www.ehow.com/how-does_4564632_streaming-video-work.html
http://probytelink.blogspot.com/2010/01/konsep-dasar-video-streaming.html
http://blog.unila.ac.id/balance/files/2009/06/project-a1.pdf
http://ezinearticles.com/?How-Does-Video-Teleconferencing-Work?&id=1676299

2D Barcode – QR Code

Perkembangan barcode telah menjadi sangat popular karena kecepatan pembacaan, akurasi dan karakteristik mereka yang unggul.Barcode menjadi populer dan kenyamanannya diakui secara universal, kode – kode tersebut mampu menyimpan informasi lebih lanjut, jenis karakter lain, yang dapat dicetak dalam ruang yang lebih kecil.
Akibatnya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah informasi yang disimpan dalam barcode, seperti meningkatnya jumlah digit kode bar atau beberapa kode layout bar. Namun, perbaikan ini juga menyebabkan masalah seperti semakin besarnya area barcode, kerumitan dalam pembacaan, dan meningkatnya biaya pencetakan.

Oleh karena itu, kode 2D muncul dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah tersebut.

Beberapa layout barcode

Kode 2D dengan kode bar ditumpuk (ditumpuk tipe barcode)

2D Code (tipe matriks)

Kode 2D juga mengalami kemajuan dari bar code dengan metode ditumpuk menjadi metode matriks yang memiliki kapasitas penyimpanan informasi yang lebih padat dan meningkat dibandingkan keduanya.
QR Code adalah jenis pengkodean 2-D (dua dimensi) atau matriks barcode, yang dikembangkan oleh Denso Wave (sebuah divisi dari Denso Corporation pada saat itu) dan dirillis pada tahun 1994 dengan tujuan utama menjadi simbol yang mudah diinterpretasikan dengan alat scanner (seperti : oleh QR scanner, ponsel dengan kamera, dan smartphone).  Kode ini terdiri dari modul hitam diatur dalam pola persegi latar belakang putih. Informasi yang dikodekan dapat berupa teks, URL atau data lainnya.

QR Code (2D Code) berisi informasi baik dalam arah vertikal dan horisontal, sedangkan kode bar berisi data dalam satu arah saja. QR Code memiliki volume yang lebih besar jauh dari informasi dari barcode.

Selain QR Code, beberapa jenis lain dari 2D Code telah dikembangkan. Di bawah ini adalah tabel Kode 2D khas dan fitur mereka.

QR Code

PDF417

DataMatrix

Maxi Code

 

Developer(country)

DENSO(Japan)

Symbol Technologies (USA)

RVSI Acuity CiMatrix (USA)

UPS (USA)

Type

Matrix

Stacked Bar Code

Matrix

Matrix

Data capacity

Numeric

7,089

2,710

3,116

138

Alphanumeric

4,296

1,850

2,355

93

Binary

2,953

1,018

1,556

qr code

Kanji

1,817

554

778

 

Main features

Large capacity, small printout size
High speed scan

Large capacity

Small printout size

High speed scan

Main usages

All categories

OA

FA

Logistics

Standardization

AIM International
JIS
ISO

AIM International
ISO

AIM International
ISO

AIM International
ISO

 

Fitur QR Code
QR Code menyediakan fitur berikut dibandingkan dengan kode bar konvensional.
Sementara kode bar konvensional mampu menyimpan maksimum sekitar 20 digit, QR Code yang mampu menangani beberapa lusin beberapa ratus kali informasi lebih lanjut.
QR Code yang mampu menangani semua jenis data, seperti karakter abjad dan angka, Kanji, Kana, Hiragana, simbol, biner, dan kode kontrol. Sampai dengan 7089 karakter dapat dikodekan dalam satu simbol.

QR Code Data capacity

Numeric only

Max. 7,089 characters

Alphanumeric

Max. 4,296 characters

Binary (8 bits)

Max. 2,953 bytes

Kanji, full-width Kana

Max. 1,817 characters

 Kode simbol QR ukuran ini dapat mengkodekan 300 karakter alfanumerik.

Ukuran Printout Lebih Kecil

Sejak QR Code membawa informasi secara horisontal dan vertikal, QR Code mampu pengkodean jumlah data yang sama kira-kira sepersepuluh ruang bar code tradisional.

Kemampuan Pembacaan Kanji dan Kana

Sebagai simbologi dikembangkan di Jepang, QR Code yang mampu melakukan encoding JIS Tingkat 1 dan Tingkat 2 dengan set karakter kanji. Dalam kasus Jepang, satu full-lebar Kana atau karakter Kanji dikodekan dalam 13 bit, yang memungkinkan QR Code untuk 20% data dari lebih dari simbol 2D lainnya.

QR Code mampu efisien encoding Kanji dan Kana.

Tahan terhadap Kotoran dan Kerusakan

QR Code memiliki kemampuan koreksi kesalahan. Data dapat dipulihkan bahkan jika simbol sebagian kotor  atau rusak.
Maksimum 30% dari codeword*1 dapat dikembalikan*2.
*1: Codeword adalah unit yang membangun area data. Dalam kasus QR Code, satu codeword sama dengan 8 bit.
*2: Data restorasi mungkin tidak sepenuhnya dapat dilakukan tergantung pada jumlah kotoran atau kerusakan.

Dapat Dibaca dari arah 360 °

QR Code mampu dibaca dari arah 360 derajat (omni-directional), dengan pembacaan berkecepatan tinggi.
QR Code menyelesaikan tugas ini melalui pola deteksi posisi yang terletak di tiga sudut simbol.
Posisi deteksi pola ini menjamin kecepatan tinggi membaca stabil, menghindari dampak negatif dari gangguan latar belakang.

Tambahan Fitur yang Terstruktur

QR Code dapat dibagi menjadi beberapa daerah data. Sebaliknya, informasi yang disimpan dalam beberapa simbol QR Code bisa direkonstruksi sebagai simbol data tunggal. Satu simbol data dapat dibagi menjadi sampai dengan 16 simbol, yang memungkinkan pencetakan di daerah sempit.

Data yang sama dapat dibaca baik dari simbol atas atau empat symbol bawah.

 

Perangkat untuk Konfigurasi Sistem QR Code
Sebuah sistem QR Code digunakan dalam kombinasi dengan printer QR Code (atau software pembuat QR Code ) dan scanner QR Code.  

QR Code dihasilkan dengan perangkat lunak QR Code dan printer khusus.
Namun, alat ini tidak dapat secara otomatis membuat QR Code dapat dibaca dengan benar.
Untuk menghasilkan kode QR yang dapat dibaca dengan benar untuk pembaca, ukuran (luas) dari QR Code adalah penting.

Scanner QR Code yang dirancang untuk berbagai aplikasi.
Telepon selular yang baru – baru ini dijual juga mampu membaca QR Code.

Ukuran QR Code ditentukan dengan menentukan versi simbol, berdasarkan kapasitas data, jenis karakter dan koreksi tingkat kesalahan, dan dengan menetapkan ukuran modul, berdasarkan kinerja printer untuk pencetakan atau scanner untuk membaca

Sumber : http://www.denso-wave.com/

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)
Daftar pustaka memuat sumber informasi bacaan baik itu berupa buku, majalah, surat kabar maupun jurnal-jurnal ilmiah lainnya dari bahan referensi yang kita gunakan untuk memperkuat
pendapat kita, dalam menulis suatu karangan ilmiah. Daftar pustaka direpresentasikan dalam bentuk notasi ilmiah.
Contoh :
1. Darmawan, Darmadi dan Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta : Gramedia.

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal.
Pertama, untuk mengidentifikasian orang yang membuat pernyataan tersebut,
kedua, untuk mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat/disampaikan,
ketiga, untuk mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dimana itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.
Catatan kaki dipergunakan sebagai :

  1. pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantumdi dalam teks atau sebagai petunjuk sumber
  2. tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks,penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
  3. referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagianmana/halaman berapa,hal yang sama dibahas di dalam tulisan
  4. tempat menyatakan pengharganan atas karya atau data yang diterima dari orang lain

contoh :
Margaret Mead, Sex and Temperament in three Primitice Societies (New York : The American Library, 1950),pp.


KUTIPAN

Rangkuman dan pengutipan digunakan untuk mendukung ide atau gagasan yang akan kita sampaikan. Pengutipan adalah penggunaan teori, konsep, ide, dan lain yang sejenis yang berasal dari sumber lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua pengutipan harus disertai perujukan.

  • Kutipan Langsung
    Kutipan langsung adalah kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik bahasa maupun ejaannya. Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai data.
    Contoh :
    Pendidikan akhlak merupakan satu hal yang amat diperlukan oleh setiap manusia. Zakiah (1999: 27)
  • Kutipan Tidak Langsung
    Kutipan tidak lansung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip. Sumber sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan
    Contoh :
    Agus Sujanto (1993: 48) mengatakan bahwa di dalam dunia pendidikan pembinaan akhlak dititikberatkan pada pembentukan mental anak agar tidak mengalami ‘juvenile deliquency’ karena pembinaan akhlak berarti juga anak dituntut agar belajar bertanggung jawab. Selanjutnya, pendidikan agama dalam keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian anak dan akan menjadi kenangan hidupnya (Zuhairini dkk., 1993: 32)

Dari sedikit penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Suatu fungsi sebuah daftar pustaka (bibliografi) hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk merujuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus merujuk dengan tepat tempat dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.
Dalam hal ini selain pengarang,judul buku dan sebagainya harus dicantumkan pula nomor halaman dimana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dari segi lain yaitu ia berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Sebuah bibliografi dapat pula dilihat sebagai pelengkap, karena bila seorang pembaca ingin mengetahuilebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka (bibliografi). Dalam bibliografi dapat mengetahui keterangan – keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Berbeda dengan bibliografi dan catatan kaki, bahwasanya kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.Jadi,pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan. Kutipan juga berfungsi untuk memperkokoh argument dalam suatu tulisan itu sendiri.

Pada akhirnya, daftar pustaka (bibliografi), catatan kaki (footnote) maupun kutipan (quotation) sangatlah penting karena dapat meyakinkan pembaca bahwa suatu karya ilmiah dibuat berdasarkan penelitian yang menggunakan referensi dan bukan berdasarkan pendapat pribadi seorang. Ketiga hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan appresiasi atau penghargaan terhadap karya ilmiah seseorang yang kita gunakan untuk menjadi acuan saat penulisan karya ilmiah.

sumber :
Wahyu R.N, Tri, Bahasa Indonesia (Depok : Universitas Gunadarma,2006)
http://ocw.gunadarma.ac.id/

Pengenalan Telematika

  1. PENGERTIAN

    Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi (ICT) Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT adalah ilmu yang mempelajari pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui prangkat telekomunikasi.

    Defini lainnya, ICT adalah sistem komunikasi nirkabel dirancang unuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang secara khusus mengacu sistem elektronik suatu kendaraan dan lalu lintas seperti untuk pelacakan dan pemposisian, navigasi kendaraan secara online, sistem informasi dan layanan darurat. Sebuah sistem telematika menggunakan teknologi GPS menyediakan berbagai layanan untuk seorang pengendara, dan navigasi adalah salah satu layanan yang ditawarkan.

    Jadi, telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik, yang mempunyai kemampuan dalam mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara (telepon, musik), gambar, huruf, data maupun kombinasinya. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya teknologi digital yang semakin berkembang saat ini. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet) dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

  2. BIDANG TERKAIT

    Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi, Media dan Informatika yang semula masing-masign berkembang secara terpisah. Serta banyak bidang/Sistem yang memanfaatkan telematika antara lain :

    • Telekomunikasi,
    • Pengolahan data,
    • Jaringan kendali sistem tenaga listrik
    • Armada transportasi
    • Jaringan telemedika
    • Jaringan komunikasi kepolisian
    • Sistem deteksi bencana alam
    • Pendidikan jarak jauh
    • Pendukung administrasi pemerintahan dan layanan sosial, dan lain – lain

  3. PERANGKAT PENDUKUNG

    Telematika terkait dengan sistem informasi, sistem komunikasi khususnya yang diselenggarakan dengan sistem elektronik. Komponen – komponen dalam sistem tersebut terdiri dari :

    • Perangkat keras
    • Perangkat Lunak
    • Prosedur – prosedur
    • Perangkat Manusia
    • Informasi

    Fungsi – fungsi teknologi di dalamnya yaitu :

    • Input
    • Proses
    • Output
    • Penyimpanan
    • Komunikasi

    Dalam dunia cyberspace,Lingkup komponen dan fungsi tersebut dikenal sebagai :

    1. Content, yaitu Isi atau substansi Data dan/atau Informasi berupa input dan output dari penyelenggaraan sistem informasi yang disampaikan pada publik, mencakup semua bentuk data/informasi baik yang tersimpan dalam bentuk cetak maupun elektronik, maupun yang disimpan sebagai basis data (databases) maupun yang dikomunikasikan sebagai bentuk pesan (data messages);
    2. Computing, yaitu Sistem Pengolah Informasi yang berbasiskan sistem komputer (Computer based Information System) berupa jaringan sistem informasi (computer network) organisasional yang efisien, efektif dan legal. Dalam hal ini, suatu Sistem Informasi merupakan perwujudan penerapan perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasional/organisasi perusahaan (bisnis).;
    3. Communication, yaitu Sistem Komunikasi yang juga berupa sistem keterhubungan
      (interconnection) dan sistem pengoperasian global (interoperational) antar sistem
      informasi/jaringan komputer (computer network) maupun penyelenggaraan jasa dan/atau jaringan telekomunikasi.
    4. Community, yaitu masyarakat berikut sistem kemasyarakatannya yang merupakan pelaku intelektual (brainware), baik dalam kedudukannya sebagai Pelaku Usaha, Profesional Penunjang maupun sebagai Pengguna dalam sistem tersebut.

     

  4. KEUNTUNGAN dan KERUGIAN

    Dengan adanya telematika pemanfaatan telematika melalui e-government,e-commerce, e-learning, e-business maka dapat diambil beberapa keuntungan seperti : 

    1. Dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
    2. e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
    3. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
    4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
    5. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
    6. Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan

    Kerugian

    Eratnya bidang telematika dengan dunia cyberspace menimbulkan beberapa kerugian diantaranya :

    1. Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cybercrime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
    2. Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
    3. Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
    4. Kejahatan telematika merugikan individu,misal pencurian identitas kartu kredit olrh hacker yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
    5. Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
    6. Kejahatan telematika merugikan Negara, misalnya: Serangan yang paling merugikan adalah pengrusakan yang dilakukan olehhacker asing pada situs Kementrian keuangan Romania pada tahun 1999, sehingga merugikan pemerintah Romania milyaran dollar. Serangan ini dilakukan dengan mengganti besaran kurs mata uang Romania sehingga banyak pembayar pajak online yang terkecoh dengan data yang telah diganti tersebut. Hanya sayangnya, kejahatan ini tidak berlanjut ke pengadilan karena tidak adanya hukum yang mengatur kejahatan telematika yang bersifat transnasional.

SUMBER :

http://blog.its.ac.id/masgandhul/2008/11/25/asal-usul-telematika/

http://www.asashop.org/news/asaresources/ASAtelematics_0508.pdf

http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/