Exploring the Ocean of Science

Jar of hearts

Buat kamu yang pernah datang, membawaku terbang kemudian menjatuhkanku…

 

No, I can’t take one more step towards you
‘Cause all that’s waiting is regret
And don’t you know I’m not your ghost anymore
You lost the love
I loved the most

I learned to live, half alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin’ round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don’t come back for me
Who do you think you are?

I hear you’re asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I’ve learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don’t come back for me
Who do you think you are?

Dear, it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
‘Cause you broke all your promises

And now you’re back
You don’t get to get me back

And who do you think you are?
Runnin’ round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don’t come back for me
Don’t come back at all

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don’t come back for me
Don’t come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?

By : Christina Perri

A box left behind me

I didn’t realize

I whine and saw a funny smiley face in front of me

My heart somehow said : “Oh I’ll miss this moment…”

The box still there

Your laugh went louder

Until I hit something behind me

I yelled and it brought me the happiest face

“a pair of shoes, yeayyy!!!”😊😊😊

I still remembered. the way you laughed, the joyful face from a lovely person in front of me

 

With all the smiles you brought me, I never tought that you could cause me so many tears.

 

And…. that’s I wanna left behind with the shoes

A pair of memories

A pair of memories

Like a song from the past:

“Cinta memang banyak macamnya tapi tak semua bisa bersatu”.

– by: Tulus/sepatu –  👟

 

Bismillahirrohmanirrohim…

Jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, nescaya rasa cinta itu akan ALLOH tanamkan dalam diri kita. Tugasku bukan mencari dirimu, tetapi mensolehkan diriku. Wahai seseorang yang telah tertulis di Lahul Mahfudzku, imamku, ayah dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalanku nanti. Aku percaya engkau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu untuk menjadi imam bagi tulang rusuk mu dan buah hatimu kelak. Dan jika bukan namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku. Aku redha dengan ketentuanNya..
Jika namamu dan namaku yang telah tertulis-Nya di Lauhul Mahfudz. Maka cinta kita akan dipertemukan-Nya dengan cara-Nya yang indah. Sabarlah menunggu, janji ALLOH itu pasti..
sekian..

Tugas ini digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia. Makalah dapat di download disini…
Opini makalah di pandang dari topik, judul, uraian pendahuluan, tinjauan pustaka, isi dan kesimpulan, serta daftar pustaka.

Topik
Topik pada makalah tersebut cenderung memiliki makna yang terlalu luas sehingga tidak dapat diketahui dengan jelas arah dari penulisan makalah ini.

Judul
Secara umum  judul ditulis paling atas dan di tengah, dicetak tebal, miring atau dengan menggunakan huruf capital. Judul dari makalah diatas adalah Google: Korpus Raksasa Sanding Kata dalam Pemelajaran dan Pengajaran BIPA karena ditulis dengan huruf tebal dan terletak ditengah. Berbeda dengan kalimat KONFERENSI INTERNASIONAL PENGAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK  PENUTUR ASING, meskipun terletak ditengah dan ditulis dengan huruf kapital, namun kalimat pertama memiliki makna yang lebih dalam dan mampu memberi gambaran secara umum terhadap pokok bahasan dari makalah. Agar pembaca dapat menetukan dengan jelas antara judul dengan kalimat pendukung, sebaiknya judul ditulis dengan huruf yang lebih besar dan menggunakan huruf kapital.
Pada kalimat Google: Korpus Raksasa Sanding Kata dalam Pemelajaran dan Pengajaran BIPA sudah menggunakan ejaan yang benar pada kata pemelajaran dan pengajaran (kata pemelajaran bermakna kegiatan siswa/mahasiswa dalam mempelajari materi ajar). Selain itu, pada halaman judul tidak dicantumkan pula penulis serta alamat penulis.

Pendahuluan
Bagian pendahuluan memuat beberapa sub bahasan :

  1. Latar Belakang, Rumusan Masalah dan Tujuan penelitian

    Alinea 1 memuat latar belakang ,rumusan masalah serta tujuan dari penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemelajar menyandingkan kata yang terdengar lazim di telinga penutur asli bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan karena kekurangmampuannya memprediksi apakah sanding kata yang akan dihasilkannya berterima atau tidak; lazim atau tidak. Tujuan penelitian juga tidak dijabarkan secara jelas namun dengan menyelesaikan permasalahan tersebut maka tujuan dari dibuatnya makalah ini dapat terpenuhi.

  2. Batasan Masalah dan Metode Penelitian

    Pada makalah ini tidak diberikan batasan masalah lebih jelas dari penelitian serta tidak disebutkan metode penelitian apa yang digunakan dalam penulisan ini.

Tinjauan Pustaka
Pada makalah tersebut tinjauan pustaka terdapat dalam sub judul “KONSEP SANDING KATA”. Pada bagian ini diuraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian seperti pendefinisian sanding kata dan hasil penelitian mengenai sanding kata yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Pada bahasan konsep sanding kata tersebut penulis menguraikan dasar / landasan teori secara lugas dan ilmiah.

Isi
Pada makalah tersebut pembahasan / isi terdapat dalam sub judul “Mesin Pencari Google sebagai Sumber Korpus Sanding Kata”. Dalam penulisan bagian pembahasan ini, penulis menguraikan metode serta tahapan penelitian secara terperinci. Diawali dengan pengambilan hipotesa dimana mesin pencari google dapat menjadi suatu solusi untuk menyelesaikan permasalahan sanding kata. Hipotesa tersebut didukung dengan adanya data hasil dari beberapa percobaan terhadap beberapa sanding kata yang dituangkan dalam bentuk table.

 

Kesimpulan
Bagian kesimpulan pada makalah tersebut memuat ringkasan isi makalah, hasil analisis serta menjawab permasalahan yang diangkat dalam penelitian yaitu penggunaan mesin pencari Google dapat menyiapkan pemelajar BIPA dengan informasi mengenai calon sanding kata lazim dapat dipilih

Daftar pustaka
Pada Daftar Pustaka telah memenuhi standart penulisan daftar pustaka, seperti penulisan nama pengarang (baik dari sumber yang memiliki tiga pengarang, dua pengarang, 1 pengarang maupun tanpa pengarang), tahun terbit,judul, kota penerbit dan penerbit.
Nb: Dalam Jurnal Naskah ini terdapat kesalahan, yaitu tidak dicantumkannya Metode Penelitian.

Makalah ini memiliki pemisahan bab / bahasan yang kurang teratur, sehingga cukup susah dibedakan antara bagian pendahuluan, tinjauan pustaka serta pembahasan (isi) penelitian.

by : dee4ca

Tugas ini digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia. Makalah dapat di download disini…
Opini makalah di pandang dari topik, judul, uraian pendahuluan, tinjauan pustaka, isi dan kesimpulan, serta daftar pustaka.

Topik

Pada makalah ini tidak disebutkan topic dari masalah yang dibahas dalam penelitian.

Judul

Secara umum  judul ditulis paling atas, di tengah halaman, dicetak tebal, miring atau dengan menggunakan huruf capital. Judul dari makalah diatas adalah SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B karena ditulis di bagian paling atas halaman, terletak ditengah halaman dan penulisannya tebal menggunakan huruf kapital. Penulisan judul ini sudah sangat baik karena dengan membaca judul, pembaca langsung dapat mengetahui pokok penelitian yang akan dilakukan pada penelitian dalam makalah tersebut. Namun, alangkah lebih baik apabila pada halaman judul dicantumkan pula penulis serta alamat penulis.

Abstract

Terdapat bagian abstrak yang berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar  dari penulisan makalah. Pada makalah tersebut, abstrak disajikan dengan ringkas menggunakan bahasa inggris dan terdapat pula beberapa kata kunci (keyword) dari abstrak tersebut.

Pendahuluan

Bagian pendahuluan memuat beberapa sub bahasan :

  • Latar Belakang, Rumusan Masalah dan Tujuan penelitianAlinea 1 hingga 7 memuat latar belakang penulisan, rumusan masalah dijabarkan pada alinea 8 dan tujuan penelitian dimuat pada paragraph ke 9. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dalam penerapan tagger bill masih terdapat kekeliruan berupa tagger tidak dapat mengenal pemenggalan kata yang betul. Pada bagian pendahuluan tidak disebutkan mengapa mengambil contoh kasus pada kata dengan awalan huruf B
  • Batasan Masalah dan Metode Penelitian Pada makalah ini tidak diberikan batasan masalah lebih jelas dari penelitian serta tidak disebutkan metode penelitian apa yang digunakan dalam penulisan ini.

    Secara keseluruhan, bahasa yang digunakan dalam leporan tersebut adalah bahasa baku, beberapa kata merupakan bahasa asing seperti Natural Language Processing, Information Retrieval dan lain-lain. Saya berpendapat, penggunaan istilah dalam bahasa asing tersebut tepat karena kadang kala istilah-istilah asing menjadi terdengar aneh saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan berpengaruh pada pemahaman pembaca.

Isi

Bagian pembahasan pada makalah ini disajikan secara  terperinci dan dimuat pada nomor 2, 3 dan 4. Bagian isi secara berkesinambungan menjabarkan apa yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan. Penulis mencoba menjabarkan pemecahan permasalahannya, yaitu tentang pengenalan kata pada computer yaitu dengan menggunakan metode pemenggalan suku kata (dicontohkan kata berawalan huruf b), mengemukakan kaidah – kaidah yang digunakan untuk melakukan pemenggalan kata serta menjelaskan metode dan hasil penelitian.Meskipun tidak dijelaskan di awal mengenai bagaimana metode penelitian yang digunakan, namun pada bagian pembahasan diuraikan bagaimana penelitian dilakukan.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan ini cenderung bersifat semi ilmiah, dimana masih terdapat penggunaan kata yang kurang tepat seperti “Di sini kita menggunakan kata yang berawal dengan huruf b”.

Kesimpulan

Bagian kesimpulan pada makalah tersebut menyebutkan hasil akhir dari penelitian dan  dari penelitian yang dilakukan pada kata yang berawalan huruf B saja dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui kaidah yang serupa dengan kaidah ini, kata yang berawal dengan huruf bukan b dapat dipenggal melalui peletakan tanda suku. Kesimpulan tersebut juga menjawab akar dari permasalahan yag telah dikemukakan di awal.

Daftar pustaka

Pada Daftar Pustaka telah memenuhi standart penulisan daftar pustaka, seperti penulisan nama pengarang (baik dari sumber yang memiliki tiga pengarang, dua pengarang, 1 pengarang maupun tanpa pengarang).

Contoh penulisan daftar pustaka pada laporan adalah sebagai berikut :

B. Nazief and M. Adriani. Confix Stripping: Approach to Stemming Algorithm for Bahasa Indonesia. Technical report, Faculty of Computer Science, University of Indonesia, Depok, 1996.

Ini sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka :

Nama pengarang, Judul karangan (digaris bawah/dipertebal/miring), Edisi, Nama penerbit, Kota terbit, Tahun terbit.

Sedangkan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah daftar pustaka adaah sebagai berikut :

  • nama pengarang
  • tahun terbit
  • judul buku
  • tempat terbit
  • nama penerbit

Kekurangannya adalah daftar pustaka tidak diurutkan berdasarkan nama belakang pengarang dan tidak dipisahkan antar jenis referensi. Daftar pustaka juga tidak perlu diberi nomor urut.

by : dee4ca

Membuat database sistem informasi akademik sederhana dengan menggunakan PLSQL pada oracle.

ERD

    ERD Database Sistem Informasi Akademik
    Table Mahasiswa

    Primary Key		: npm
    
    CREATE TABLE mahasiswa(
    	npm number(8) PRIMARY KEY,
    	nama varchar2(100) not null,
    	tmpt_lahir varchar2(50),
    	tgl_lahir date,
    	jurusan varchar2(10),
    	thn_masuk varchar(4))
    	/
    
    INSERT DATA :
    
    	INSERT INTO mahasiswa
    	VALUES
    	(TO_NUMBER('&npm'),
    	 '&nama',
    	 '&tmptlahir,
    	 TO_DATE('&tgllahir','YYYY-MM-DD'),
    	 '&jur',
    	 '&thn')
    	/
    Table Dosen

    Primary Key		: nip
    CREATE TABLE dosen (
    	nip number(10) PRIMARY KEY,
    	nama varchar2(30) not null,
    	alamat varchar2(30) not null,
    	telepon varchar2(40) not null)
    /
    
    INSERT DATA :
    	INSERT INTO dosen VALUES ( '&NIP','&NAMA','&ALAMAT','&NOTELP')
    Table Mata Kuliah

    Primary Key		: kode_mk
    CREATE TABLE mata_kuliah(
    	kode_mk  varchar2(10) PRIMARY KEY,
    	makul varchar2(100) not null,
    	sks number(2) not null)
    /
    
    INSERT DATA :
    	INSERT INTO mata_kuliah 
    	VALUES ('IT-22212','PEMROGRAMAN GENERASI KE-4','3');
    	dst....
    Table RS
    Foreign Key :

    • npm
    • kode_mk
    • kode_dosen

    Refferences :

    • Table Mahasiswa Field NPM
    • Table dosen Field NIP
    • Table mata_kuliah Field kode_mk
    CREATE TABLE rs (
    	npm varchar2(15) not null,
    	kode_mk varchar2(10) not null,
    	kode_dosen varchar2(15) not null,
    	nilai_uts number(4),
    	nilai_uas number(4),
    	nilai_ipk number(4),
    	kelas varchar2(4),
    	thn_ajar varchar2(50),
    	CONSTRAINT f_npm FOREIGN KEY(npm) REFERENCES mahasiswa,
    	CONSTRAINT f_kddosen FOREIGN KEY(kode_dosen) REFERENCES dosen(kd_dosen),
    	CONSTRAINT f_kdmatkul FOREIGN KEY(kode_mk) REFERENCES mata_kuliah)
    /
    
    INSERT DATA :
    	INSERT INTO rs VALUES
    	  (TO_NUMBER(1011271),
    	   'AK-11234',
    	   '2222',
    	   '80',
    	   '80',
    	   '80',
    	   '3KA1',
    	   'PTA 2009-2010')
    	/
    	INSERT INTO rs VALUES
    	  (TO_NUMBER(1011271),
    	   'IT-22212',
    	   '1111',
    	   '80',
    	   '90',
    	   '85',
    	   '3KA1',
    	   'PTA 2009-2010')
    	/
    dst....
    Untuk melakukan update data, dapat digunakan syntax dengan contoh berikut :

    UPDATE mahasiswa
    SET   tmpt_lahir = 'JAKARTA',
    	tgl_lahir = TO_DATE('1981-01-02','YYYY-MM-DD'),
    	jurusan = 'SI'
    WHERE npm = '3011567';
    Menampilkan data dengan kondisi tertentu, dapat dilakukan dengan syntax berikut :

    SELECT nama FROM mahasiswa WHERE jurusan = 'SI';
    Untuk melakukan penghapusan data pada record tertentu, dapat digunakan :

    DELETE FROM mahasiswa WHERE npm = '2011185' ;
    Untuk menghapus tabel yang memiliki relasi dengan table lain dapat menggunakan syntax seperti contoh berikut :

    DROP TABLE MAHASISWA CASCADE CONSTRAINT;

Semoga bermanfaat…. 🙂

  1. Dalam urutan sebab-akibat, penulis memulai proses kreatif menulis  dengan  membicarakan permasalahan yang menyebabkan terjadinya masalah yang lain. Jelaskan pernyataan tersebut!

    Jawab     :

    Hubungan tersebut dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Menurut prinsip umum hubungan sebab akihat, semua peristiwa harus ada penyebabnya. Dalam hal ini orang kerap kali sampai pada kesimpulan yang salah karena proses penarikan kesimpulan tidak sah. Contohnya, orang menghubungkan suatu wabah dengan kutukan dewa atau tempat tertentu yang dianggap keramat.Penalaran dari sebab ke akibat dimulai dengan pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan pengamatan itu ditarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.Contoh :

  2. Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.Contoh tersebut memberikan gambaran bahwa pada suatu desa mempunyai permasalahan, antara lain :
    1. Kemarau
    2. Pohon – pohon penyerap air banyak di tebang
    3. Irigasi tidak lancar
    4. Harga pupuk yang semakin mahal
    5. Pengetahuan petani yang kurang dalam menggarap lahan pertanian

    Permasalahan (sebab) tersebut  menghasilkan kesimpulan yaitu panen di desa yang selalu gagal. Kesimpulan tersebut juga dapat menimbulkan permasalahan baru (akibat), seperti : bagaimana cara mengatasi panen yang selalu gagal tersebut. Oleh karena itu, urutan sebab akibat dapat dijadikan dasar dari suatu proses kreatif

  3. Deskripsi merupakan sebuah karangan yang mengajak pembacanya untuk dapat mendengar, melihat dan merasakan secara langsung. Jelaskan pengertian deskripsi dan uraiakan pernyataan di atas disertai contoh yang jelas!
    Jawab     :
    Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Karangan deskripsi berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan yang digambarkan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera sehingga membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.Contoh :
    Singa itu datang dengan perlahan-lahan, berjalan mengendap-endap diantara rerumputan menunggu saat yang tepat, sambil tetap fokus mengintai rusa yang sedang asik memakan rumput
  4. Selesaikan soal silogisme di bawah ini :
    1. Premis My  : Semua negara di Asia Tenggara yang sedang berkembang tergabung   dalam ASEANPremis Mn  : Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang di Asia
      Jawab :
      My : Semua negara di Asia Tenggara yang sedang berkembang tergabung dalam ASEAN
      A                                                                          B 

      Mn : Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang di Asia
      C                                          D

      My : Semua A=B

      Mn :           C=D

      S   : Tidak terdapat kesimpulan dari kedua premis diatas

    2. My : Beberapa nelayan memiliki perahu bermotor
      Mn : Beberapa tengkulak memiliki perahu bermotor 

      Jawab :
      My : Beberapa nelayan memiliki perahu motor
      A                                      B

      Mn : Beberapa tengkulak memiliki perahu motor
      C                                     B

      My : Beberapa A=B

      Mn : Beberapa C=D

      S   : Kedua premis diatas bersifat partikular dan tidak dapat ditarik kesimpulan yang sahih.

  5. Jelaskan pernyataan kalimat di berikut dalam konsep berpikir induktif!
    1. Karena kakak mengidap penyakit maag, maka kakak tidak boleh makan makanan yang asam.
    2. Karena mengidap penyakit lever, ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak.
    3. Jawab     :

      Konsep berfikir induktif adalah konsep berfikir yang bertolak dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum.

      Karena kakak mengidap penyakit maag, maka kakak tidak boleh makan makanan yang asam.

      Penyakit maag : hal yang khusus makanan yang asam : hal yang umum

      Pernyataan ”penyakit maag ” yang merupakan hal  khusus , lalu dilanjutkan dengan pernyataan kesimpulan  yang umum yaitu” makanan yang asam” .

      Karena mengidap penyakit lever,    ayah tidak boleh makan hidangan yang berlemak.

      Penyakit lever : hal yang khusus hidangan berlemak : hal yang umum

      Pernyataan ”penyakit lever” yang merupakan hal  khusus , lalu dilanjutkan dengan pernyataan kesimpulan  yang umum yaitu” hidangan yang berlemak” .

  6. Identifikasi kesalahan pada pernyataan di bawah ini dalam konsep berpikir deduktif!
    1. Semua pelaku kejahatan adalah korban rumah tangga yang berantakan. Kalau hakim masuk desa, di desa tidak ada lagi ketidakadilan.

      Jawab :

      Bentuk Silogisme dari kalimat tersebut :My      : Penyebab kejahatan ialah rumah tangga berantakanMn      : Hakim memberantas ketidakadilan

      Kesalahan kalimat dalam konsep berpikir deduktif terletak pada premis mayor yang tidak dibatasi. Pada kalimat menjelaskan bahwa setiap kejahatan hanya disebabkan dari korban rumah tangga yang berantakan. Hal ini sulit diterima oleh logika, karena ada kejahatan yang dilakukan atas dasar ekonomi, dendam atau lainnya.

    2. Saya tidak pandai berenang. Hampir semua anggota keluarga saya tidak dapat berenang.

      Jawab :

      Kesalahan dalam kalimat tersebut disebabkan oleh hubungan sebab akibat yang tidak memadai. Kesalahan ini mungkin tcrjadi karena suatu akihat dihuhungkan dcngan penyebab berdasarkan kepercayaan atau takhayul. Pada kalimat diatas, hampir semua anggota keluarga yang tidak dapat berenang tidak dapat menjadi alasan untuk tidak pandai berenang.

Sumber : Internet

Procedural Language / Structured Query Language (PL/SQL) adalah generasi keempat(4GL) dari bahasa pemrograman. PL/SQL menyediakan :

  • Tambahan penggunaan prosedur pada SQL
  • Kemudahan untuk digunakan secara lintas patform dan produk
  • Mendukung pemrograman berorientasi objek

Langkah-langkah memulai PL/SQL:

  1. Untuk melakukan pengkodean PL/SQL terlebih dahulu kita install software pendukung yaitu OracleXE
    Cara Installnya tinggal ikutin petunjuk saja, tapi inget password yang sudah diketik saat instalasi yahhh 😉
  2. Buka Command Line dengan Start – Run- ketik : cmd – OK atau Start – All Programs – Oracle Database 10g Express Edition (disesuaikan dengan versi oraclenya yah :D) – Run SQL Command Line
  3. Apabila menggunakan cmd dari windows, maka ketikkan : sqlplus kemudian akan diminta untuk memasukkan username. Secara default, username yang sudah terbentuk adalah system dan passwordnya sesuai dengan yang diinput saat installasi.
    Sedangkan apabila menggunakan SQL Command Line, maka ketikkan connect setelah itu baru ketikkan username dan passwordnya
  4. Terus Kalo Lupa Password System gimanaaa??? (hmmmm.. kan sudah dibilang jangan sampe lupa..hehehe) tenang saja untuk merubah password system oracle dari command line bisa dicoba cara ini:
    Ketikkan Perintah berikut :
    sqlplus /nolog

    conn sys as sysdba

    Masukkan passwordnya : system

    Atau bisa juga dengan cara :

    sqlplus “/ as sysdba

    Kemudian ketikkan :

    alter user system identified by <passwordBaru> (tanpa <> yah :D)

  5. Nah selamat mencoba PL/SQL syntax kalian yahh…jgn lupa ketik ed untuk editing via notepad yah… ;).

Semoga Bermanfaat ^_^

Penalaran

Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.

  1. Bahasa adalah sarana penalaran
  2. sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
  3. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
  4. Semoga saja penelitian ini berhasil!

Kalimat (1) dan (2) merupakan proposisi karena keduanya merupakan kalimat pernyataan/berita yang dapat dinilai kebenarannya.

Kalimat (1) merupakan bentuk proposisi Affirmasi Universal (A) yang berarti mengiyakan proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek bahasa), karena semua kelas bahasa merupakan saranan penalaran baik bahasa verbal ataupun bahasa non verbal.

Kalimat (2) merupakan bentuk proposisi Negatif Universal (E) yang berarti menyangkal proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.

Sedangkan kalimat (3) dan (4) bukan merupakan proposisi sebab kalimat tanya, perintah dan kalimat harapan tidak dapat dinilai benar/salah.

Bahasa logika proposisional terlalu kasar dan primitif untuk mengekspressikan konsep objek (seperti : manusia atau bilangan), properti objek (seperti : jujur, ganjil atau prima), dan relasi antar objek.

Logika Predikat merupakan kembangan (perluasan) logika proposisi sehingga konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspressikan dalam bahasa logika.

Dalam bahasa logika predikat kalimat 2 dan 3 merupakan perwujudan (instance) kalimat abstrak

F :

( x)[p(x) and q(x) ]
or
(
x)[if p(x) then not q(x) ]  

Prefik "" disebut kuantifier universal dan "" disebut kuantifier exitensial.

Dengan motivasi agar konsep objek dan relasi antar objek dapat diekspresikan dalam suatu bahasa logika dibuatlah aturan-aturan tata bahasa logika yang disebut logika predikat.

Bahasa logika predikat menggunakan simbol-simbol yang merupakan unsur pembentuk kalimat logika predikat. Simbol-simbol itu adalah :

  • Simbol Kebenaran
    true dan false
  • Simbol Konstan
    a,b,c
  • Simbol Variabel
    x,y,z
  • Simbol Fungsi
    f,g,h
    Tiap simbol fungsi berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol fungsi.
  • Simbol Predikat
    p,q,r
    Tiap simbol predikat berasosiasi dengan sebuah bilangan integer disebut arity yang merupakan jumlah argumen simbol predikat.

Contoh bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia:

  1. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
  2. Socrates adalah manusia
  3. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
  4. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima

Kalimat abstrak yang dapat dibentuk dengan bahasa tersebut, antara lain:

  1. (∀ x) (if p(x) then (not q(x)))
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
    q merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi abadi.
  2. p(a)
    a adalah simbol konstan yang merepresentasikan socrates,  
    p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia,
  3. if (p(a) and (∀ x) (if p(x) then (not q(x))) ) then (not q(a))
  4.  if (∀ x) (if prime(x) then ganjil(x)) then (∃ x) (if genap(x) then prime(x))
    prime merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan prima,
    ganjil merupakan simbol predikat merepresentasikan relasi bilangan ganjil.

Sumber: logmat.freeservers.com/logika_predikat_dasar.html

Di era globalisasi, istilah multimedia sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di tiap bagian kehidupan, multimedia hampir merambah ke segala bidang. Istilah multimedia sendiri, merujuk kepada penggunaan media elektronik untuk menyimpan atau menikmati konten multimedia, tetapi tidak terbatas hanya pada media elektronik itu sendiri. Multimedia dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti teks, audio, video, grafik, animasi, dan interaktivitas. Keheterogenan bentuk dari multimedia tersebut, memungkinkannya menyediakan berbagai macam fungsi. Salah satunya sebagai media pembelajaran. Suatu media pembelajaran yang interaktif tidak akan terjalin tanpa adanya komunikasi yang baik antara media dengan pengguna. Komunikasi yang baik dalam suatu media pembelajaran ilmiah, sangat didukung oleh penggunaan bahasa yang lugas,ilmiah dan mudah dimengerti. Bahasa menjadi salah satu unsur utama dari suatu media pembelajaran agar pesan dan manfaat dapat disampaikan secara tepat. Untuk itu peranan bahasa dan multimedia dalam suatu pembelajaran ilmiah sudah menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain.

Multimedia mengalami banyak perkembangan seiring dengan berkembangnya serta meningkatnya teknologi saat ini. Multimedia dapat ditemui secara online melalui situs – situs internet (website) yang menyediakan pembelajaran langsung melalui situs tersebut, bahkan tidak jarang website – website tersebut menyediakan perangkat lunak (software aplikasi) atau kursus online yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran tersebut ataupun menyediakannya dalam bentuk e-book, CDROM atau DVDROM. Buku elektronik / digital itu memberikan keunggulan – keunggulan yang tidak disediakan oleh buku – buku manual (tradisional).

Kebebasan dalam mengakses internet (kapanpun dan dimanapun), membuat internet menjadi suatu media tanpa batas dimana setiap orang dapat memperoleh dan mendapat informasi, khususnya yang berkaitan dengan suatu pembelajaran ilmiah. Kebebasan itu mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti plagiatisme, penggunaan bahasa yang tidak komunikatif dan informasi yang kurang terpercaya untuk ukuran suatu media pembelajaran ilmiah. Berbeda dengan buku – buku manual yang diterbitkan dengan melewati beberapa tahapan (seperti editing) sebelum dipublis, kebanyakan artikel / ebook diinternet tidak melalui tahapan tersebut. Bahkan tidak jarang, suatu istilah / pendapat ilmiah dicantumkan tanpa menyertakan asal dari kutipan / pernyataan tersebut. Hal tersebut yang sering menimbulkan informasi yang ada diinternet diragukan kebenarannya.

Pengembangan multimedia dilandasi oleh persepsi bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan baik, efektif, dan menyenangkan jika didukung oleh media pembelajaran yang dapat menarik minat, perhatian dan lebih komunikatif. Perkembangan, peningkatan serta kebebasan penggunaan teknologi multimedia diharapkan tidak membatasi kita dalam menggunakan suatu tatanan bahasa yang komunikatif guna mencapai sasaran tujuan dari diciptakannya suatu media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai konsep, model, prinsip, desain, dan evaluasi suatu multimedia pembelajaran khususnya dalam menentukan bahasa komunikasi yang digunakan, agar pesan yang tersirat dalam suatu media pembelajaran tersebut dapat disampaikan secara lugas, terpercaya dan menghasilkan informasi yang handal.